Monday, August 20, 2012

MAMA IZINI AKU PACARAN




Bruk..!!!!!!!!!
Tak sengaja putri menabrak seorang , gara-gara dia jalan sambil ngelamun. Alhasil ketika didepan perpus dia menabrak pemuda itu yang sedang membawa buku, sehingga buku-buku yang berjatuhan tersebut mengagetkannya dari lamunannya.
“aduh maaf, aku gag sengaja”
“iya-iya gag papa kok ” jawab pemuda ini
“aku bantuin bawa yah,mau dibawa kemana emang buku sebanyak ini” Tanya putrid kemudian, dan berusaha membawa sebagian buku-buku tersebut untuk menebus kesalahannya telah menumbur pemuda tadi
“oh gag usah deh, gag papa biar aku aja”
“udah gag papa, lagian buku sebanyak gini”
“ia udah kalu kamu maksa, buku-buku ini mau dibawa keruangan ibu dina”
“oh, ya udah”
Cerpen Remaja
Mereka berdua kemudian berjlan beriringan menuju keruangan bu Dina. Setelah itu mereka berdua berpisah. Putrid menuju kelasnya dan pemuda itu menuju ke perpustakaan lagi, karena ada buku yang masih harus diambil lagi.
“eh putri dari mana aja sih, kok baru keliatan dari tadi” kata sinta temen putrid
Óuh, iya tadi aki dari ruangannya bu Dina, bantuin cowok yang udah aku tumbur dari perpustakaan”
“ow, tumben kamu akur sama cowok, emang siapa namanya?” Tanya sinta kemudian
“iya ya siapa nama cowok tadi, aku gag tau”
“hah jadi lo udah berdua dari perpus keruangan budina ampe pisah gag kenalan?”
“egag, ya abisnya gag kepikiran, lagian gag penting uga kan” jawab putri acuh

Sinta hanya geleng-geleng kepala
“kalau begini trus ama cowok, kapan lu mau dapat pacar sih put”
“eh udah gag usah bahas yang namanya cowok, males gue, mending bahas soal lainya aja deh, makanan kek,pelajaran, apa aja deh, yang penting bukan soal pacaran” kata putrid ketus
“selalu aja begitu” timpal sinta kemudian
***

“putri aku pulang duluan yah, soalnya Andre udah jemput tuh”
“iya udah duluan sana”
“em makanya put, cepetan cari pacar, biar ada yang jemput”
“yeh, pacar lagi yang dibahas, udah sana-sana pulang, gue tanpa pacar masih bisa pulang berang sekolah sendiri” kata putrid sambil mendorong sinta kea rah Andre dengan kesal

Putri memang selalu sensi jika bicara masalah pacaran. Sintajuga gag tau apa penyebabnya, tiap kali ditanya putrid justru maah-marah gag jelas. Putrid kemudian berjalan kaki menyusuri trotoar depan sekolahnya, dia sangat kesal melihat sinta pulang dengan Andre, dan melihat teman-teman sebayanya pulang dengan pacar mereka masing-masing, sedangkan putrid, hingga umurnya 18 tahun dia belum pernah pacaran.
“eh kok jalan aja, mau aku boncengin” tiba-tiba ada sebuah motor berhenti disamping putrid
“lo siapa?” Tanya putri sekilas kemudian, karena dia merasa gag kenal dengan cowok itu
“gue orang yang lo tumbur didepan perpus tadi” kata cowok itu sambil melepas helmnya
“ow, kamu”
“kok bengong sih, udah ayuk ikut aja, dari pada jalan kaki panas-panas gini” kata pemuda itu menawari lagi
“em bener nih, gag ngerepotin” Tanya putrid basa-basi
“ya egag lah ya udah yuk naik”

Putri pun naik, lumayan gratis, piker putrid. Dasar anak ekonomi, gitu deh pikirannya, maunya gratisan terus.
“eh ngomong-ngomong nama kamu siapa, dari tadi siang pas diperpus, kita kan belum kenalan” Tanya cowok itu
“oh iya sampe lupa, nama gue putrid, kalo elo”
“gue Riyan, kebetulan gue adalah murid baru disini”
“oh, pantesan gue gag pernah liat elo”
“iya, gue baru masuk satu minggu ini, jadi gue belum banyak temen, elo mau kan jadi temen gue” kata Riyan kemudian
“oh boleh, banget, oiya gue turun disini aja deh, rumah gue udah deket kok” kata putrid kemudian
“loh kenapa gag nyampe depan rumah sekalian?” Tanya RIYAN
“oh, jangan gag usah, gag papa, sampe sini aja”
“ya udah kalo gitu, gue duluan yah” kemudian riyan meninggalkan putrid
“haduw untung Riyan gag banyak Tanya, bisa mampus gue kalu mama tau aku pulang dianter cowok” kata putrid sambil menghela nafas panjang

Putri kemudian berjalan santai menuju rumahnya, kebetulan jalan yang menuju rumahnya banyak pohon
“ehm cakep juga si riyan, dan kelihatannya dia anak baik. Ah tapi gue gag boleh suka sama dia, gag gag gag oleh” putrid berbicara sendiri sambil memukul-mukul kepalanya, dia berusaha untuk tidak memikirkan Riyan.
“mama aku pulang” teriak putrid kemudian setibanya dirumah
”eh, gimana tadi disekolah, kamu gag macam-macam kan, ingat kamu itu harus focus untuk sekolah” ucap mamanya putrid, ucapanya yang sudah hafal sekali bagi putrid dan sudah beribu kali mamahnya mengucapkan
“ia mamah, putrid ngerti, mama kan udah bilang keputri seribu kali” jawab putrid sambil berjalan menuju kamarnya.
Dia kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasurnya. Dia benar-benar merasa lelah.
***

“eh put, denger gag kalau sekolah kita ada murid baru” Tanya sinta saat istirahat
“emangnya kenapa murid baru itu” Tanya putrid sambil membaca buku novel yang tak pernah tinggal
“iya kata anak-anak dia itu, cakep, pinter main basket karena dia dulu kapten basket waktu disma nya yang dulu and dia itu tajir” kata sinta memanas-manasi putrid.

Tapi sepertinya tak tertarik dengan ucapan sinta dia hanya tersenyum mendengar kata-kata sinta, dan meneruskan membaca novelnya. Dan hal ini membuat sinta menjadi geram
“lo gag tertarik apa ?” pancing sinta
“udah deh sinta, aku lagi baca novel nih, kalau ada murid baru yang berprestasi ya bagus donk, jadi sekolah kita lebih maju” jawab putri sambil tetap menatap novelnya
“ih putrid, lo tu bener-bener ya, loo itu gag tertarik ama cowok yah, jangan-jangan”
“eh eh,,jangan sembarangan ngomong gue bukan gag tertarik sama cowok tapi gue gag boleh pacaran sama mama gue” kata putrid kemudian
“hah apa, gag salah denger gue put” Tanya sinta
“heh, ea gue itu gag boleh pacaran sama mama gue, gue itu disuruh focus ama sekolah gue, biar nanti gue sukses” kata putrid menjelaskan pada sinta
“jadi lo gag usah nyuruh-nyuruh gue pacaran, karena gue gag tertarik” sambung putrid
“tapi lo kan udah besar put, lo udah sma, adek gue masih smp aja udah pacaran”
“ya itu kan adek lo, gue kan bukan adek lo, udah ah gag penting banget, gue mau baca novel ini lagi” tiba-tiba teman-teman cewek putrid menjadi gaduh, dan rebut, mereka bilang cowok baru yang super ganteng dan keren itu mau kekelas mereka
“hah ngapain anak baru itu kekelas kita, apa dia masuk kelas kita” Tanya sinta pada putrid
“ya mana aku tau, udah lah gag pentig deh” kata putrii acuh
Sinta hanya geleng-geleng kepala, dan kemudian sinta diam dan teman-teman dikelas putrid yang perempuan semakin gaduh, putrid tak menghiraukan. Sinta kemudian menyenggol-nyenggol lengan putrid
“ih sinta ada apa lagi sih” puti kesal lama-lama dengan sinta
“jangan marah-marah dulu, itu murid baru itu katanya nyariin lo”
“nyariin gue, ngapain” putri lalu teringat Riyan, apa yang dimaksud sinta dan teman-temannya murid baru tadi Riyan.

Putri lalu mendongakkan kepalanya
“hai put” sapa cowok itu
“hah cowok itukenal lo put” Tanya sinta
“eh hai , ngapain lo kesini yan, kok kamu tau kelas gue” Tanya putrid kemudian
“dari ini” jawab riyan sambil menyerahkan sebuah buku catatan kepada putri
“loh kok bisa ada dikamu buku aku”
“iya kemarin waktu kamu turun dari motor, kayagnya kamu gag sadar kalo buku kamu jatuh, jadi aku bawa aja sekalian” jelas Riyan
“owh mungkin aja, makasih ya” kata putrid kemudia
“iya sama-sama, oh ya kamu pulang sekolah dijemput atau gimana”?
“em pulang sendiri lah,emang kenapa?” putrid balik bertanya
“em mau aku anterin pulang, kan kita searah, jadi sekalian aja” tawar Riyan
“udah iyain aja, iya putrid mau kok” sinta menimpali kemudian
“ya udah, sampai ketemu pulang sekolah ya” kata riyan kemudian dia meninggalkan kelas putrid
“ih sinta apa-apan sih, kan gue yang ditanya kok elo yang jab sih”
“abis nya lo kelamaan mikirnya, lagian gag boleh menolak tawaran cowok sebaik, dan seganteng dia”
“yeh kamu kan baru liat dia aku juga baru kenal, gimana bisa tau dia baik”putri menimpali kata-kata sinta
“udah percaya aja ama gue, eh kok lo bisa kenal dia sih?” Tanya sinta pada putrid
“iya dia itu cowok yang aku certain ketemu didepan perpus”
***

Semenjak itu putri semakin dekat dengan Riyan, mereka sering pulang dan berangkat bareng. Mereka menjadi teman yang sangat akrab. Riyan juga sering mengajak putrid jalan-jalan, kadang Cuma berdua, kadang dengan sinta dan Andre juga. Hal ini membuat putri mulai menyukai Riyan, namun dia takut untuk terus mempunyai rasa itu, karena untuk saat ini, dia dilarang mamahnya pacaran. Sehingga untuk menghilangkan perasaanya, putrid mencoba untuk menghindar dari Riyan. Hal ini tentu membuat riyan bingung dengan perubahan sikap putrid, padahal Riyan telah menyiapkan kejutan untuk hadiah ulang tahun putrid yang tinggal satu minggu lagi.
“sinta putrid kenapa sih, kok kayagnya dia sekarang berun ag sama gue apa gue ada salah sama dia ya?” Tanya Riyan dengan sinta
“gue juga gag tau yan, aku juga ngerasa minggu2 ini putrid jadi pendiam, dia sering ngelamun, susahnya putrid itu anaknya tertutup, jadi dia gag mau cerita am ague” jawab sinta
“em dulu, sebelum ini di apernah cerita sesuatu gag”
“em ada, ini soal masalah dia sama mamahnya, dia itu gag boleh pacaran sama mamahnya, dan kalu menurut aku kayagnya putrid suka sama elo deh, makanya dia ngejauhin elo, supaya dia bisa ngelupain elo, itu sih pendapat gue, soalnya dulu putrid juga kayag gitu sama orang” jelas sinta pada Riyan
“masak sih Putri suka sama gue,?”
“iya kayagnya gitu, la elo sendiri, masak selama ini lo jalan ama putrid elo gag da rasa sama putrid”
“hem jujur sebenarnya gue juga suka sama putrid, dia itu anaknya baik, pinter, lucu, dan dia nurut sama ornag tuanya, aku pengen buat kejutan untuk putrid dihari ulang tahunnya nanti” kata riyan pada sinta
“apaan?”
“ada deh pkoknya”
Semenjak itu riyan tak pernah lagi muncul dihadapan putrid, sebenarnya putrid sedih, karena dia tak bisa bersama-sama lagi dengan riyan, tapi dia juga takut dengan mamahnya. Putrid berharap dihari ulang tahunnya besok dia bisa bertemu dengan Riyan.

Hingga tiba dihari ulang tahunya, putri merasa ada yang kurang, dia ingin Riyan ada pada saat ini tapi itu hanya harapan saja, karena sudah 1 minggu ini dia tak pernah riyan, diam-diam putrid mencari informasi tentang Riyan, tapi teman-temannya juga tidak ada yang tahu, undangan acara ulang tahun untuk Riyan masih putrid genggam, tak terasa air matanya mengalir. Putrid benar-benar merasa kehilangan Riyan
“putrid, ayuk kita keluar, teman-teman kamu udah nunggu diluar” kata mamahnya putrid

Putrid mengusap air matanya, dan mengikuti mamanya.
“putrid mama mau bicara sebentar”
“kamu tau kan kalau mama sangat sayang sama kamu, mama selama ini melarang kamu pacaran karena mama takut terjadi apa-apa sama kamu, mama gag mau menghianati amanat papa kamu sebelum meninggal, untuk menjaga kamu” kata mamanya putri.
Putrid tak kuasa menahan haru,dia kemudian memeluk mamanya, kini putrid benar-benar merasakan bahwa cinta mamanya lebih besar dari apapun
“iya ma, putrid tau, putrid juga janji kalau putrid gag akan kecewain mama”
Acara ulang tahun pu dimulai, putrid merasa bahagia karena dihari ulang tahunnya ini, dia menemukan arti cinta dalam hidupnya, dalam hati kecilnya dia masih menginginkan Riyan, tapi hingga kini Riyan tak muncul.

Tiba-tiba lampu ditaman itu padam, membuat orang-orang panic, termasuk putrid, tapi kemudian ada suara piano yang merdu, dan sorot lampunya menuju ke suara itu.
“Riyan” gumam putrid. Putrid bnar-benar tak menyangka Riyan akan memberikan kejutan seperti ini. Ternyata riyan tidak hanya jago main basket tapi dia juga jago bermain piano
“putrid, selamat ulang tahun ya, aku mohon sama kamu, kamu jangan pernah lagi untuk menghindar dari aku, itu adalah hal buruk dalam hidup ku” kata Riyan sambil memberikan seikat bunga mawar dank ado untuk putrid
“tante saya mohon, izinkan saya untuk mencintai putrid tante, saya janji saya tidak akan menyakiti dia” kata riyan kemudian didepan mamanya putrid. Putrid gag nyangka riyan akan melakukan hal sejauh ini. Teman-teman putri merasa terharu dan sekaligus terkejut dengan hal yang dilakukan Riyan. Tapi putrid benar-benar kawatir mamanya akn menolak
“Riyan, kamu apa-apan sih” kat aputri sambil menariknya
“tante saya janji sam a tante saya akan menjaga putrid sebaik-baiknya seperti tante menjaga putrid selama ini” kata riyan sambil berlutut dihadapn mamanya putrid
Mamanya putrid tersenyum kemudian meminta Riyan berdiri
“tante tau kamu cinta sama anak tante, dan kamu telah membuktikan sama tante bahwa kamu benar-benar cinta dengan putri, tante akan izinkan kalian pacaran, tapi tante gag mau belajar kalian tertinggal” kata mamanya putri sambil tersenyum
Putri bener-bener gag nyangka kalau mamanya bakal ngizini dia pacaran, dan putrid juga gag nyangka bahwa Riyan bisa menaklukan mamanya. Putri merasa ulang tahunnya kali ini, benar-benar hari ulang tahun yang istimewa, karena dia telah mendapat dua kado istimewa yaitu akhirnya mamanya mengizinkannya pacaran dan juga mendapat cintanya Riyan.

No comments:

Post a Comment