
Puisi
rakyat adalah sastra lisan berupa
puisi lama yang terikat oleh aturan-aturan tertentu (seperti jumlah baris,
rima, dan suku kata) serta disampaikan secara turun-temurun untuk menyampaikan
nasihat, nilai moral, atau hiburan.
A. Jenis Jenis Puisi Rakyat
1. Pantun
Pantun adalah salah satu jenis puisi rakyat/puisi lama Melayu yang terikat oleh
aturan-aturan tertentu (seperti jumlah baris, suku kata, dan rima akhir) serta
terdiri dari bagian sampiran dan isi.
Ciri-ciri Pantun:
· Satu bait (baris) terdiri atas 4 baris.
· Baris 1 dan 2 berupa sampiran (pengantar/hiasan).
· Baris 3 dan 4 berupa isi (pesan utama).
· Memiliki rima/sajak a-b-a-b.
· Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata.
Contoh Pantun:
Sungguh indah Bunga Kertas, (Sampiran)
Tumbuh mekar di depan kelas. (Sampiran)
Jika ingin jadi anak cerdas, (Isi)
Belajarlah dengan rajin dan ikhlas. (Isi)
2.
Gurindam
Gurindam berasal dari bahasa Tamil/India (kirandam) yang berisi kata-kata mutiara, filsafat,
atau nasihat keagamaan.
Ciri-ciri Gurindam:
· Satu bait (baris) terdiri atas 2 baris saja.
· Memiliki rima/sajak a-a, b-b, atau c-c.
· Baris pertama berisi sebab/masalah, baris kedua berisi akibat/jawaban/nasihat.
· Setiap baris terdiri atas 10–14 suku kata.
Contoh Gurindam:
Jika hendak mengenal orang mulia, (Sebab)
Lihatlah
kepada kelakuan dia. (Akibat/Nasihat)
3. Syair
Syair adalah adalah jenis puisi rakyat atau puisi lama Melayu yang dipengaruhi
oleh kebudayaan ArabSyair menceritakan suatu kisah atau ajaran secara panjang
lebar.
Ciri-ciri Syair:
· Satu bait terdiri atas 4 baris.
· Semua baris adalah isi (tidak ada sampiran).
· Memiliki rima/sajak a-a-a-a.
· Bahasa yang digunakan sering kali berupa kiasan.
Contoh Syair:
Dengarlah wahai anak muda,
Rajinlah belajar mumpung masih muda,
Harta dicari takkan berguna,
Jika ilmu tidak di dada.
4. Mantra
Mantra adalah jenis puisi rakyat paling tua yang berhubungan dengan kepercayaan gaib, adat, atau kekuatan magis. Dahulu, mantra diucapkan oleh pawang atau dukun untuk tujuan tertentu (seperti mengobati penyakit, mengusir roh jahat, atau memohon keselamatan).
- Ciri-ciri Mantra:
- Menggunakan pilihan kata (diksi) yang memiliki efek magis/sakral.
- Mengandung pengulangan kata atau bunyi yang menimbulkan irama khusus.
- Sifatnya mengikat kekuatan gaib atau memohon kepada penguasa alam.
- Lebih mengutamakan irama saat diucapkan ketimbang jumlah suku kata atau baris yang terikat.
- Contoh Mantra (Mantra Penawar Sakit / Pengusir Hama):
Sirih kuning gagang pinang,
Datang dari laut yang tenang,
Bukan aku yang memasang penawar,
Pawang besar yang memasang penawar,
Tawar dingin tawar seribu,
Berkat doa la ilaha illallah.
|
No |
Jenis Puisi Rakyat |
Jumlah Baris (per bait) |
Pola Rima |
Struktur Barisa |
Fungsi Utam |
|
1 |
Pantun |
4 bait |
a-b-a-b |
Baris 1-2: Sampiran Baris 3-4: Isi |
Hiburan, sindiran dan nasehat |
|
2 |
Gurindam |
2 bait |
a-a |
Baris 1: Sebab/Soal Baris 2: Akibat/Jawab |
Nasihat agama dan moral |
|
3 |
Syair |
4 bait |
a-a-a-a |
Semua baris adalah isi |
Menceritakan kisah/petuah hidup |
|
4 |
Mantra |
Bebas |
Bebas(mengutamakan irama) |
Tidak ada pembagian khusus |
Ritual, pengobatan dan keselamatan |
B. Tujuan dan Fungsi Puisi Rakyat
Puisi rakyat diciptakan dan dituturkan dalam masyarakat tradisional dengan beberapa tujuan utama:
- Menyampaikan Nasihat dan Edukasi Moral
- Contoh: Gurindam dan pantun nasihat.
- Sebagai Media Ritual dan Kepercayaan Spiritual
- Contoh: Mantra penawar sakit atau mantra bercocok tanam.
- Sebagai Sarana Hiburan dan Permainan Bahasa
- Contoh: Pantun jenaka dan pantun teka-teki.
- Menyampaikan Sindiran atau Kritik Sosial
- Contoh: Pantun sindiran.
- Merekam Kisah Sejarah, Pengajaran, dan Nilai Adat
- Contoh: Syair sejarah dan syair keagamaan.
- Meluapkan Perasaan atau Kasih Sayang
- Contoh: Pantun muda-mudi dan syair percintaan.