Karya Titi Dwie Hayati
Aku tak tau kenapa aku bisa menyukainya, menyayanginya, bahkan mungkin
aku tlah mencintai nya. Tapi, aku tak yakin kalau dia pun merasakan hal
yang sama sepertiku kepadanya. Setiap ku memandangnya hatiku berbunga,
setiap ku di dekatnya jantungku berdebar. Seperti saat ini, hatiku
serasa berbunga-bunga karena sedari tadi aku memandang nya. Memandang
dia dari sudut kantin sekolah.
“heii, sedang apa kau ? memandang dia lagi ?” tiba-tiba Luna sahabatku mengagetkan ku. Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan Luna.
“sampai kapan kau hanya memandangnya terus ? katakanlah, bahwa kau menyukainya. Hehe” sambung & saran Luna
“tak mungkin, aku ini kan cewe. Masa aku yang menyatakan lebih dulu ?” jawabku mengalihkan pandangan pada Luna
“tak ada larangan kalo cewe menyatakan perasaan nya pada cowo. Terus, sampai kapan kamu akan memendam perasaan mu dan menunggu Adit ?” jawab Luna mulai gemas.
“yaa, sampai dia menyatakan cinta padaku. Hahaha “ jawabku meninggalkan Luna
“heii, Tiwi tunggu aku . dasar kamu !” teriak luna mengejarku yang hampir jauh
“aaw” aku bertabrakan dengan seseorang hingga aku terjatuh
“eeh, maaf aku tak sengaja. Sini biar aku bantu. Kamu ga apa-apa kan ? ada yang luka ? biar aku bawa kau
“heii, sedang apa kau ? memandang dia lagi ?” tiba-tiba Luna sahabatku mengagetkan ku. Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan Luna.
“sampai kapan kau hanya memandangnya terus ? katakanlah, bahwa kau menyukainya. Hehe” sambung & saran Luna
“tak mungkin, aku ini kan cewe. Masa aku yang menyatakan lebih dulu ?” jawabku mengalihkan pandangan pada Luna
“tak ada larangan kalo cewe menyatakan perasaan nya pada cowo. Terus, sampai kapan kamu akan memendam perasaan mu dan menunggu Adit ?” jawab Luna mulai gemas.
“yaa, sampai dia menyatakan cinta padaku. Hahaha “ jawabku meninggalkan Luna
“heii, Tiwi tunggu aku . dasar kamu !” teriak luna mengejarku yang hampir jauh
“aaw” aku bertabrakan dengan seseorang hingga aku terjatuh
“eeh, maaf aku tak sengaja. Sini biar aku bantu. Kamu ga apa-apa kan ? ada yang luka ? biar aku bawa kau